Puisi "SENJA BERSEDIH"
“Senja Bersedih”
(Naja Alwi)
Tatkala syahdu suara adzan berkumandang
Tatkala sang Raja Siang hampir melenggang
Tatkala burung mulai mengepak tuk pulang
Insan itu masih asyik berdendang
Kala semburat jingga mewarna
Kala petang mulai menyapa
Insan itu masih di sana
Menatap indahnya langit senja dengan penuh cinta
Hendaknya kaki itu melangkah ke rumah suci
Hendaknya tangan itu menengadah kepada Sang Ilahi
Bukan mengenggam kopi lantas berfilosofi
Senja pun menangis
Melihat insan yang amat miris
Melalaikan maghrib demi menjadi puitis
Comments
Post a Comment